Jumat, 05 Desember 2014

ragam gaya bahasa

Assalamu alaikum guys...
yuk belajar,,, kali ini kita bakalan bahas mengenai ragam gaya bahasa.
disimak yaaa



“ Ragam Gaya Bahasa “
Gaya bahasa adalah cara khas dalam menyatakan pikiran dan perasaan dalam bentuk tulisan atau lisan. Kekhasan dari gaya bahasa terletak pada pemilihan kata-katanya yang tidak secara langsung menyatakan makna yang sebenarnya.
Bebrapa ragam gaya bahasa dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok, yaitu sebagai berikut:
1.      Gaya bahasa perbandingan, terbagi atas:
a.       Metafora adalah majas yang memperbandingkan suatu benda dengan benda lain. Kedua benda yang diperbandingkan itu mempunyai sifat yang sama. Contohnya: Dewi malam telah eluar dari peradaannya (dewi malam diartikan sebagai bulan), mereka telah menjadi sampah masyarakat (sampah masyarakat diartikan sebagai manusia-manusia yang tak berguna dalam masyarakat).
b.      Personifikasi adalah majas yang menerapkan sifat-sifat  manusia terhadap benda mati. Contohnya: saat aku melihat rembulan, dia seperti tersenyum padaku seakan-akan aku merayunya, badai menderu-deru, lautan mengamuk, dan angin melambai-lambai.
c.       Asosiasi adalah majas yang memerikan perbandingan terhadap suatu benda yang sudah disebutkan. Perbandingan itu menimbulkan asosiasi terhadap benda sehingga gambaran tentang benda atau hal yang disebutkan  itu menjadi lebih jelas. Contohnya: semangatnya keras bagai baja, pikirannya kusutbagai benang dilanda ayam,dan suaranya merdu bagai buluh perindu.
d.      Litotes adalah majas yang menggunakan kata yang berlawanan arti dengan yang dimaksud, dengan merendahkan diri terhadap orang yang berbicara. Contohnya: seali-kali datanglah ke gubuk reyotku, wanita itu parasnya tidak jelek, dan akan kutunggu engkau di bilikku yang kumuh di desa.
e.       Hiperbola adalah sepatah kata yang diganti dengan kata lain yang memberikan pengertian lebih hebat daripada kata lain. Contohnya: harga-harga sudah meroket, dan ketika mendengar berita itu, mereka terkejut setengah mati.
f.       Antonomasia merupakan majas perbandingan yang menyebutkan sesuatu bukan dengan nama asli dari benda tersebut, melainkan dari salah satu sifat benda tersebut. Contohnya: hei jangkung!, si pintar, si gemuk, dan si kurus.
2.      Gaya bahasa sindiran, terbagi atas:
a.       Ironi adalah salah satu majas sindiran yang dikatakan sebaliknya dengan maksud menyindir orang dan diungkapkan secara halus. Contohnya: hambur-hamburkan terus uangmu itu agar bias menjadi jutawan, kota bandung sangatlah indah dengan sampah-sampahnya.
b.      Sarkasme adalah majas sindiran yang terkasar dimana memaki orang dengan kata-kata kasar dan tak sopan. Contohnya: soal semudah ini saja tidak bias dikerjakan. Goblok kau!.
3.      Gaya bahasa penegasan, terbagi atas:
a.       Pleonasme adalah majas yang menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak diperlukan. Contohnya: dia turun ke bawah, seharusnya cukup dengan dia turun, dan dia naik ke atas, seharusnya cukup dengan dia naik.
b.      Paralelisme adalah penulangan kata-kata untuk menegaskan yang terdapat pada puisi. Bila kata yang diulang pada awal kalimat dinamakan anaphora, dan jika terdapatv pada akhir kalimat dinamakan evipora. Contohnya:
-          Kau berkertas putih
Kau bertinta hitam
Kau berates halaman
Kau bersampul rapi
-          Kalau kau mau aku akan datang
Jika kau menginginkan aku akan datang
Bila kau minta aku akan datang
Andai kau ingin aku akan dating

c.       Interupsi adalah gaya bahasa penegasan yang menggunakan sisipan di tengah-tengah kalimat pokok, dengan maksud untuk menjelaskan sesuatu dalam kalimat tersebut. Contohnya: tiba-tiba Ia-kekasih itu-direbut oleh perempuan lain.
d.      Retoris adalah gaya bahasa penegasan yang mempergunakan kalimat Tanya tak tak bertanya. Sering menyatakan kesangsian atau bersifat mengejek. Contohnya:
-          Mana mungkin orang mati hidup kembali?!
-          Inikah yang kamu namai bekerja?!
e.       Koreksio merupakan gaya bahasa yang dipakai untuk membetulkan kembali apa yang salah diucapkan baik disengaja maupun tidak. Contohnya:
-          Dia adikku! Eh, bukan, dia kakakku!
-          Gedung sate berada di kota Jakarta. Eh, bukan, gedung sate berada di kota bandung.
f.       Asimdeton adalah gaya bahasa dengan beberapa hal keadaan atau benda disebutkan berturut-turut tanpa menggunakan kata penghubung. Contohnya: meja, kursi, lemari ditangkubkan dalam kamar itu.
4.      Gaya bahasa pertentangan, terbagi atas:
a.       Paradoks adalah majas yang terlihat seolah-olah ada pertentangan. Contohnya: gajinya besar, tapi hidupnya melarat. Artinya, uang cukup, tetapi jiwanya menderita.
b.      Antithesis adalah majas pertentangan yang menggunakan paduan kata yang berlawanan arti. Ccontohnya: tua muda, besar kecil, semuanya hadir di tempat itu.
c.       Kontradiksio interminis adalah majas yang memperlihatkan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang sudah dikatakan semula. Contohnya: semuanya sudah hadir, kecuali si amir. Kalau masih ada yang belum hadir, mengapa dikatakan “semua” sudah hadir.