Minggu, 22 September 2013

Pembidangan Ilmu administrasi



A.   Penggolongan Ilmua Administrasi
Pengkajian terhadap masing-masing unsur administrasi menghasilkan cabang-cabang pokok ilmu pengatahuan administrasi secara berdiri sendiri yang teruji kebenarannya serta mempunyai sasaran atau objek pembicaraan sendiri. Karena itu, dengan mengacu pada delapan unsur umum administrasi yang dikemukakan oleh The Liang Gie, maka ada delapan bidang ilmu administrasi yaitu:
1.    Ilmu organisasi bersasaran pada pengetahuan kerja sama dari kelompok orang untuk mencapai tujuan tersebut.
2.    Ilmu manajemen bersasaran pada proses menggerakkan orang dan mengarahkan segenap fasilitas yang dipunyai dalam kerja sama kelompok orang tersebut.
3.    Ilmu komunikasi bersasaran pada penyampaian berita atau ide yang terjadi dalam setiap usaha kerja sama untuk mencapai suatu tujuan.
4.    Ilmu administrasi kepegawaian bersasaran pada tenaga kerja manusia yang ada dalam suatu organisasi.
5.    Ilmu organisasi keuangan suatu pengetahuan yang bersasaran pada biaya uang.
6.    Ilmu administrasi perbekalan suatu  pengetahuan yang bersasaran pada barang-barang perbekalan.
7.    Ilmu tata usaha suatu pengetahuan yang bersasaran pada data kebutuhan informasi, dan
8.    Ilmu hubungan masyarakat suatu pengetahuan yang bersasaran tentang cara-cara menjalin hubungan baik antara satu oraganisasi dengan organisasi yang lain.
Penggolongan lain dari ilmu administrasi, yaitu menurut lingkungan suasana dan tujuan usaha kerja sama dengan klasifikasi lingkungan suasana sosial.
Administrasi Negara ialah administrasi yang berobjek kenegaraan, terdiri atas administrasi pemerintahan dan administrasi perusahaan Negara.
Administrasi pemerintahan terdiri dari dua bagian yaitu :
1.    Administarsi sipil ialah seluruh kegiatan yang dilakukan oleh departemen, jawatan, kantor kecamatan, dan kantor kelurahan atau seluruh kegiatan Negara dikurangi kegiatan perusahaan Negara dan kegiatan militer/TNI.
2.    Administrasi militer (angkatan bersenjata) yang terdiri dari administrasi angkatan udara, angkatan laut, angkatan darat, dan angkatan kepolisian.
Administrasi perusahaan Negara ialah seluruh kegiatan yang terdapat di dalam perusahaan yang dibiayai oleh Negara, di bidang produksi, distribusi, transportasi. perbankan, dan asuransi.
Administrasi niaga ialah administrasi yang berobjek swasta/perniagaan, yang terdiri dari administrasi perusahaan dan administrasi sosial/bukan perusahaan.
1.    Administrasi perusahaan ialah kegiatan-kegiatan di bidang produksi, transportasi, asuransi, perbankan, dan lain-lain di bidang perusahaan swasta.
2.    Administrasi sosial/ bukan perusahaan, biasanya cenderung kearah usaha sosial seperti : administrasi sekolah swasta, rumah sakit swasta, yayasan, klub, dan lain-lain.
Disini sulit dibedakan secara tegas antara “public service” (pelayanaan negara) dengan “bussines” (niaga) karena, ada yang pada awalnya sebagai “public” kemudian menjadi “bussines”. Contohnya : Jawatan kereta api yang berubah menjadi perusahaan Negara kereta api.
Administrasi internasional ialah administrasi yang berobjek internasional, termasuk didalamnya seluruh kegiatan yang bergerak di bidang internasional seperti yang dilakukan oleh PBB beserta cabang-cabangnya, misalnya Unicep dan Asean. Hutabarat (1984:9) membagi administrasi internasional kedalam tiga bagian, yaitu :
1.    Yang bergerak dalam bidang kenegaraan
2.    Yang bergerak dalam bidang keniagaan
3.    Administrasi internasional yang bergerak dalam bidang kemasyarakat (kesosialan)
Karena kegiatan pemerintah pun turut berkecimpung dalam keniagaan, maka Siagian (1985:9) membagi administrasi ke dalam tiga bagian :
1.    Private (Business) Administrasion
2.    Public (Business) Administrasion
3.    Private (Business) Administrasion
Ilmu administrasi memiliki cabang ilmu yang cukup luas dan dapat dibagi dalam dua golongan, yaitu :
1.    Menurut ragam teknis, administrasi dapat dibagi dalam delapan cabang pengetahuan pokok, yaitu: ilmu organisasi, ilmu manajemen, ilmu komunikasi administrasi, ilmu administrasi kepegawaian, ilmu administrasi keuangan, ilmu administrasi perbekalan,ilmu administrasi keterangan/ ketatausahaan/ perkantoran, dan ilmu hubungan masyarakat (humas).
2.    Menurut aspek lingkungan suasana dan tujuan usaha kerja sama.


B.   Perangkat Administrasi
Perangkat administrasi adalah alat kelengkapan administrasi atau bagian yang berfungsi sebagai penunjang terlaksananya kegiatan administrasi.
Makkasau (1982:130) menggolongkan perangkat administrasi menjadi tiga bagian, yaitu: perangkat kendali, perangkat operasional, dan perangkat pendukung.
ü  Perangkat kendali administrasi adalah alat/sarana yang mengendalikan kegiatan administrasi secara terarah dan terpadu dalam rangka mencapai tujuan atau sasarannya meliputi:
1.    Perangkat yang bersifat landasan idiil seperti Pancasila bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2.    Perangkat yang bersifat konstitusional, yaitu UUD 45 bagi NKRI, dan Anggaran Dasar Pendapatan dan Anggaran Rumah Tangga untuk organisasi biasa.
3.    Perangkat yang bersifat operasional sebagai penjabaran lebih lanjut dari kedua landasan idiil dan konstitusi atau hanya berdasarkan kepada salah satunya, misalnya doktrin, petunjuk, program.
ü  Perangkat operasional administrasi, yaitu perangkat yang melakukan kegiatan-kegiatan administrasi secara oprasional di lapangan yang terdiri atas:
1.    Manajemen
2.    Organisasi
3.    Kepemimpinan
4.    Personal
ü  Perangkat pendukung administrasi, meliputi:
1.    Perangkat kendali pendukung yang terdiri atas: prosedur pengadaan, prosedur penggunaan, prosedur pemeliharaan dll.
2.    Perangkat operasional pendukung, terdiri atas: perencanaan pendukung program pengadaan/penggunaan, dll.
3.    Prangkat sarana/prasarana pendukung terdiri dari: peralatan, biaya/anggaran, dan materil logistik.
C.   Perbedaan Pokok antara Administrasi Negara dan Administrasi Niaga
Siagian (1985:P.30), dan Handayaningrat (1985:), membedakan antara administrasi Negara dan administrasi niaga sebagai berikut:
ü  Administrasi Negara
1.    Administrasi negara bertujuan memberikan pelayanaan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat (publick service).
2.    Administrasi Negara dalam pencapaian tujuan dilakukan berdasarkan ketentuan/peraturan perundang-undangan yang berlaku (legalistic approach).
3.    Administrasi Negara mengutamakan kebenaraan sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan (birokrasi-bureau-cracy).
4.    Administrasi Negara dianggap kurang begitu efisien (in efficient).
5.    Administrasi Negara bersifat monopolistik karena sifatnya mengutamakann kepentingan umum (nocompetition).
6.    Administrasi Negara ditunjukan kepada kepentingan kesejahteraan rakyat banyak (social welfare), misalnya: pembuatan jalan/jembatan, pengairan, kesehatan, dll.
ü  Administrasi Niaga
1.    Administrasi swasta/niaga bertujuan memperoleh untung sebesar-besarnya (profit motive).
2.    Administrasi swasta/niaga dalam pencapaian tujuannya dilakukan dengan kebijaksanaan yang bersifat menguntungkan (tidak terikat dengan ketentuan yang telah ditetapkan).
3.      Administrasi swasta/niaga tidak terlalu terikat dengan prosedur yang berlaku, tetapi mengutamakan hasil yang dicapai.
4.    Administrasi swasta/niaga cara kerjanya sangat efisien (efficient).
5.    Administrasi swasta/niaga sifatnya adalah persaingan bebas (free competition).
6.    Administrasi swasta/niaga tidak mempertimbangkan kepentingan kesejahteraan rakyat tetapi memperhitungkan kepentingan kesejahteraan individu atau kelompok.
D.   Perbedaan antara Administrasi yang Ilmiah dan Nonilmiah
Perbedaan antara administrasi dan manajemen ilmiah non-ilmiah yang dikemukakan oleh Siagian (1989:34), adalah sebagai berikut:
1.    Filsafat yang dianut
a.    Administrasi yang ilmiah menganut filsafat yang “people centered” yang berarti memandang dan memperlakukan manusia itu tidak hanya sebagai alat pelaksana semata-mata, tetapi sebagai oknum yang berkepribadian, bertujuan, bercita-cita, dan mempunyai rasio.
b.    Administrasi non-ilmiah menganut filsafat yang “job centered” yang berarti bahwa dalam usaha mencapai tujuan yang penting adalah tugas yang harus dilaksanakan agar selesai tapat pada waktunya.
2.    Approach yang dipergunakan
a.    Administrasi ilmiah oleh para pelaksananya semakin disadari bahwa sumber-sumber yang tersedia semakin terbatas karena itu pendekatan yang digunakan adalah pendekatan “efisiensi” dan “ekonomis
b.    Administrasi non-ilmiah adalah efektivitas yang berarti bahwa dalam proses administrasi tercapainya tujuanlah yang terpenting dan tidak mempersoalkan mengenai pengorbanan tenaga, waktu, ruang, dan uang yang dikeluarkan.
3.    Metode Kerja
a.    Administrasi llmiah menggunakan metode kerja yang sistematis dan prosedur kerja yang sederhana dan sesuai dengan kebutuhan.
b.    Administrasi non- ilmiah menggunakan metode kerja yang sistematis dan cara kerjanya sering didasarkan kepada sistem coba-coba yang sering mengakibatkan kesalahan.
4.    Cara kerja
a.    Administrasi ilmiah bekerja dengan cara revolusioner cepat.
b.    Administrasi nonilmiah bekerja dengan cara-cara tradisonal, lazim dilakukan, kurang daya cipta, dan lamban.