Minggu, 22 September 2013

materi sistem Perubahan sosial Budaya Indonesia

hai guys. . . 
kali ini, aku bakan share ma kalian tentang materi sistem perubahan sosial budaya yang udh aku terima selama 1 semester di UNM prodi Pend. IPS
semoga bermanfaat ya. . .
selamat menyimak
:-)


A.   PERTEMUAN PERTAMA (Jumat, 17-02-2012)
Sistem sosial adalah suatu sistem dari tindakan-tindakan yang terbentuk dari interaksi sosial yang tumbuh dan berkembang setelah disepakati oleh anggota masyarakat.
Menurut Talcolt Parsons, sistem sosial budaya adalah proses interaksi diantara para pelaku sosial yang merupakan struktur sistem sosial dan struktur relasi antara para pelaku sebagaimana yang terlibat pada proses interaksi.
Konsep Dasar Sistem Sosial Budaya
            Sistem sosial budaya merupakan konsep untuk menelaah asumsi-asumsi dasar dalam masyarakat.
            Menurut Herbert Spence, masyarakat sebagai organism yang terdiri atas bagian-bagian yang saling bergantung karena memiliki fungsinya masing-masing dan keseluruhan. Adapun tugas pelaku sosial adalah melakukan analisis hubungan dan fungsi dalam lingkup keseluruhan.
Unsur-unsur universal dari sistem kebudayaan, antara lain:
1.    Sistem religi dan kepercayaan.
2.    Sistem organisasi kemasyarakatan.
3.    Sistem pengetahuan.
4.    Bahasa, terdiri atas bahasa lisan dan tulisan.
5.    Kesenian, terdiri atas: seni suara, seni rupa, seni tari, dsb.
6.    Sistem mata pencaharian.
7.    Tekhnologi dan peralatan.
B.   PERTEMUAN KEDUA (Jumat, 24-02-2012)
Sistem adalah suatu susunan, cara-cara dan jaringan tertentu.
Sistem sosial adalah proses perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat secara berkesinambungan
Sistem budaya adalah pikiran dan akal budi atau segala hal yang dibuat oleh manusia.
Sosial budaya adalah manusia membuat suatu kebudayaan yang diperuntukkan oleh kelompok masyarakat.
Manusia adalah makhluk sosial pencipta dan pengguna kebudayaan.
Catatan:
Perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan kebudayaan
Disaat kebudayaan berubah belum tentu sistem sosial berubah tetapi jika sistem sosial berubah maka sudah pasti kebudayaan ikut berubah

Sistem sosial budaya adalah segala hal yang diciptakan oleh manusia dengan pemikiran dan akal budi nuraninya.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sistem sosial budaya adalah segala sesuatu yang mengenai masyarakat atau kemasyarakatan.
Pada dasarnya kebudayaan dan kebiasaan memiliki perbedaan jika ditinjau dari pribadi masing-masing tetapi secara umum memiliki banyak persamaan.
Perubahan sosial dan kebudayaan mempunyai satu aspek yang sama yaitu keduanya bersangkut paut dengan suatu penerimaan cara-cara baru atau suatu perbaikan dalam suatu masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya.
Ruang lingkup sistem sosial budaya:
1.    Hakikat studi ilmu pengetahuan sistem sosial budaya.
2.    Konsep kehidupan sistem sosial sebagai suatu sistem.
3.    Konsep kebudayaan sebagai suatu sistem
4.    Kebudayaan dinamika sosial dan kebudayaan.
C.   PERTEMUAN KE TIGA (Jumat, 02-03-2012)
1.    Kehidupan Sosial
Kehidupan sosial adalah cara-cara berhubungan yang dilihat apabila orang perorang atau kelompok sosial saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan yang terjadi.
Syarat dalam suatu interaksi sosial adalah kontak sosial dan komunikasi.
v  Kontak sosial adalah proses pertama dari terjadinya interaksi sosial. Contohnya, ketika kedua orang saling bertatap muka.
v  Komunikasi adalah seseorang memberi arti dari perilaku orang lain atau perasaan-perasaan apa yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. Contohnya, dialog pada saat perkuliahan.
Pentingnya kontak dan komunikasi untuk terwujudnya interaksi sosial dapat diuji pada suatu kehidupan yang terasing/terisolasi.bentuk-bentuk interaksi sosial dapat berupa: kerjasama, persaingan dan pertentangan atau pertikaian.
2.    Pranata Sosial
Pranata sosial adalah suatu sistem tata kelakuan atau norma-norma untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam masyarakat. Contohnya dalam suatu daerah yang terdapat suatu kebudayaan yang harus dipatuhi oleh masyarakatnya dan jika tidak maka akan dikenakan sanksi.
Wujud konkrit dari pranata sosial adalah asosiasi (persatuan). Fungsi dari pranata sosial adalah:
v  Memberikan pedoman kepada anggota masyarakat, bagaimana mereka harus bertingkahlaku didalam menghadapi masalah-masalah didalam kehidupan masyarakat terutama dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
v  Menjaga keutuhan masyarakat yang bersangkutan.
v  Memberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial control artinya sistem pengawasan dari masyarakat terhadap tingkah laku anggotanya.
3.    Nilai
Nilai adalah sesuatu yang menghasilkan mutu.
Norma adalah seperangkat aturan yang dibuat oleh masyarakat yang memiliki sanksi tersendiri.
Untuk membedakan norma maka dapat dilakukan dengan meninjau:
v  Cara yakni merujuk pada suatu bentuk kegiatan.
v  Kebiasaan yakni perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama.
v  Tatakelakuan yakni kebiasaan yang dianggap sebagai cara berperilaku dan diterima norma-norma pengatur.
v  Adat istiadat yakni tata kelakuan yang kekal serta kuat integrasinnya dengan pola-pola kelakuan masyarakat.
v  Konsep masyarakat dan kebudayaan.
v  Teori-teori sistem sosial budaya
v  Cri khas budaya Indonesia.
D.   PERTEMUAN KE EMPAT (Jumat, 09-03-2012)
Konsep Masyarakat dan Kebudayaan
Masyarakat berasal dari bahasa Arab yaitu musyra yang artinya ikut serta dalam bahasa inggris disebut society yang artinya sekumpulan manusia yang melakukan interaksi dan menghasilkan hubungan sosial, apakah dari segi budaya maupun segi organisasi.
Menurut Selo Soemarjan, masyarakat adalah sekumpulan manusia yang menghasilkan kebudayaan.
Unsur-unsur masyarakat, meliputi.
v  Adanya perkumpulan.
v  Adanya aturan atau undang-undang yang mengatur masyarakat.
v  Adanya kebutuhan masyarakat, baik itu menurut tingkah lakunya.
Kebudayaan
Kebudayaan berasal dari bahasa sanksekerta yakni Buddhaya bentuk tunggal dari budhi yang artinya akal. Jadi segala hal yang berhubungan dengan akal budi manusia disebut dengan kebudayaan.
Kebudayaan adalah hasil cipta karya, rasa manusia.
Sifat-sifat kebudayaan, meliputi.
v  Mata pencaharian dan sistem ekonomi contohnya pertanian.
v  Adanya peralatan dan perlengkapan, contohnya pakaian.
v  Lembaga kemasyarakatan, contohnya organisasi politik.
v  Religi, contohnya sistem kepercayaan masyarakat.
v  Bahasa, contohnya cara berbicara orang bone (bahasa daerah)
v  Kesenian, contohnya seni tari
Unsur-unsur kebudayaan, meliputi.
v  Adanya tingkah laku manusia.
v  Kebudayaan mengatur tingkah laku manusia.
v  Kebudayaan sangat berguna bagi manusia.
E.   PERTEMUAN KE LIMA (jumat, 16-03-2012)
Struktur masyarakat Indonesia di tandai dengan dua ciri unik, yaitu:
v  Secara horizontal
Ditandai dengan adanya kesatuan sosial berdasarkan perbedaan-perbedaan suku bangsa, agama, adat istiadat serta kedaerahan.
v  Secara vertikal
Ditandai dengan adanya perbedaan-perbedaan vertikal antara lapisan atas dan lapisan bawah yang tajam.
            Catatan: minggu depan membahas pluralisme.
F.    PERTEMUAN KE ENAM
Tidak ada perkuliahan.
G.   PERTEMUAN KE TUJUH (jumat, 13-04-2012)
Latar belakang pluralisme masyarakat Indonesia ditandai dengan masa Hindia-Belanda yang dipelopori oleh Funifall. Masyarakat Indonesia pada saat itu merupakan suatu masyarakat atau plurar society yaitu suatu masyarakat yang terdiri atas dua atau lebih elemen yang hidup sendiri-sendiri tanpa adanya pembaharuan satu sama lain didalam suatu kesatuan politik. Sebagai masyarakat majemuk/plural masyarakat Indonesia disebut sebagai tipe masyarakat tropis, dimana mereka yang berkuasa dan yang dikuasai memiliki perbedaan ras.
Masyarakat majemuk pada masa kini adalah suatu masyarakat dimana sistem nilai yang dianut oleh berbagai kesatuan sosial menjadi bagian-bagiannya.
            Suatu masyarakat bersifat majemuk apabila masyarakat tersebut secara sturktur memiliki sub-sub kebudayaan.
            Menurut Pierre I Van Den Berghe, ada beberapa sifat dasar dari masyarakat majemuk, yaitu.
v  Terjadinya pigmentasi kedalam kelompok-kelompok yang sering kali memiliki sub kebudayaan yang berbeda-beda satu sama lain.
v  Memiliki struktur sosial yang terbagi-bagi kedalam lembaga yang bersifat nonkomplomenter.
v  Kurang mengembangkan consensus diantara para anggotanya terhadap nilai-nilai yang bersifat dasar
v  Secara real intergasi sosial tumbuh atas dasar paksaan dan saling ketergantungan dalam bidang ekonomi.
v  Secara real sering kali mengalami konflik diantara kelompok yang satu dengan yang lain.
v  Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok terhadap kelompok yang lainnya.
Faktor-faktor yang menyebabkan pluralism masyarkat di Indonesia, meliputi.
v  Keadaan geografis.
v  Kenyataan bahwa Indonesia terletak diantara samudra hindia dan samudra fasifik yang sangat mempengaruhi terjadinya pluralisme di Indonesia.
v  Pengaruh kebudayaan barat mulai memasuki masyarakat Indonesia melalui kedatangan bangsa Portugis pada permulaan abad ke 16.
v  Iklim yang berbeda-beda dan struktur tanah yang tidak sama diantara berbagai daerah di kepulauan Nusantara.
v  Data penyebaran penduduk.

H.   TUGAS DALAM PERTEMUAN 1-7
                      I.        Tugas 1. (kuis pertama pada pertemuan ke-4, jumat, 09-03-2012)
a.    Uraikanlah menurut presepsi anda masing-masing tentang sistem sosial budaya yang telah anda dapatkan selama ini!
è Sistem sosial budaya adalah suatu kumpulan tata kelakuan atau aturan-aturan bertingkah-laku yang telah membudaya didalam suatu masyarakat tertentu.
b.    Ceritakan kebudayaan daerah anda masing-masing!
è Saya berasal dari daerah Luwu Timur, di Luwu Timur terdapat beberapa suku yang ada diantaranya: bugis luwu, jawa, Pomona, toraja, dan bali. Untuk suku asli Luwu Timur yakni suku bugis luwu kebudayaan yang masih ada yakni jika orang asli luwu maka jika menikah pengantin jika ingin menujuh pelaminan  tidak boleh menginjakkan kaki ditanah (diangkat menggunakan kursi yang disediakan alat pengangkatnya atau biasanya juga di gendong). Untuk suku jawa, ketika seminggu setelah lebaran Idul Fitri ada yang dinamakan lebaran ketupat, ritual ini dilakukan agar anak-anak mereka yang telah meninggal dunia ikut merasakan hidangan lebaran. Untuk suku pamona, jika setelah panen padi mereka biasa membuat perayaan yang disebut padungku sebagai rasa terima kasih atas hasil panen yang telah dikaruniahkan dari Tuhan. Untuk suku toraja, pada saat orang meninggal diadakan acara ramu solo` serta pemotongan kerbau sebanyak-banyaknya yang ditentukan dari jenis peti yang digunakan dan tempat ia dikuburkan. Untuk suku bali, jika ada orang meninggal biasanya dilakukan acara ngaben (pembakaran mayat) ini berguna agar arwa orang yang meninggal tersebut segera kembali kepada penciptanya.
                    II.        Tugas 2.
a.    Tuliskan ruang lingkup sistem sosial budaya Indonesia!
Ø  Hakikat studi ilmu pengetahuan sosial-budaya.
Ø  Konsep kehidupan sosial sebagai suatu sistem.
Ø  Konsep kebudayaan sebagai suatu sistem.
Ø  Konsep dinamika sosial dan kebudayaan.
b.    Jelaskan latar belakang pertumbuhan organisasi sosial!
Terdapat dua latar belakang mengapa orang memilih untuk berorganisasi:
a)    Alasan Sosial (social reason), sebagai “zoon politicon ” artinya mahluk yang hidup secara berkelompok, maka manusia akan merasa penting berorganisasi demi pergaulan maupun memenuhi kebutuhannya. Hal ini dapat kita temui pada organisasi-organisasi yang memiliki sasaran intelektual, atau ekonomi.
b)    Alasan Materi (material reason), melalui bantuan organisasi manusia dapat melakukan tiga macam hal yang tidak mungkin dilakukannya sendiri yaitu:
·         Dapat memperbesar kemampuannya.
·         Dapat menghemat waktu yang diperlukan untuk mencapai suatu sasaran, melalui bantuan sebuah organisasi.
·         Dapat menarik manfaat dari pengetahuan generasi-generasi sebelumnya yang telah dihimpun.
Manusia pada umumnya dilahirkan seorang diri, namun dalam kehidupannya harus berkelompok atau bermasyarakat. Manusia tidak dapat berdiri sendiri namun tergantung pada orang lain.
Dengan demikian manusia itu merupakan bagian dari suatu organisi sosial. Hampir semua kegiatan manusia dilakukan dalam kaitannya dengan orang lain dan daam kehidupan bersama dengan manusia lainnya.
Organisasi sosial manusia mewujudkan diri dalam bentuk kelompok sosial. Di dalam hubungannya antara manusia dengan manusia lain, agaknya yang paling penting adalah reaksi yang timbul akibat hubungan-hubungan timbal balik antara sesama manusia.

Organisasi sosial di dalam kehidupan manusia ini, merupakan himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama.
                   III.        Tugas 3.
a.    Sebutkan dan jelaskan teori-teori sistem sosial budaya!
Ø  Teori Fungsionalisme Struktural
teori ini lebih menekankan pada keteraturan/order, mengabaikan konflik dan perubahan-peru bahan dalam masyarakat. Konsep utamanya adalah fungsi,disfungsi,fungsi laten,fungsi manifest dan keseimbangan/equilibrium. Masyarakat menurut teori ini merupakan suatu sistem sosial yang terdiri atas bagian/elemen yang saling berkaitan dan menyatu dalam keseimbangan. Perubahan yang terjadi pada satu bagian akan membawa perubahan pula terhadap bagian yang laib.Asumsi dasarnya adalah bahwa setiap struktur dalam sistem sosial fungsional terhadap yang lain. Sebaliknya kalau tidak fungsional maka struktur tidak akan ada atau hilang dengan sendirinya. Salah satu tokohnya adalah Robert K.Merton
Ø  Teori konflik
Teori ini di bangun dalam rangka menentang langsung terhadap teori fungsionalisme struktural.Tokoh utama teori ini adalah Ralp Dahrendorf. Teori ini bertentangan dengan fungsionalisme struktural yaitu masyarakat senantiasa berada dalam proses perubahan yang di tandai pertentangan yang terus menerus di antara unsur-unsurnya. Teori ini menilai bahwa keteraturan yang terdapat dalam masyarakat hanyalah disebabkan karena adanya pemaksaan /tekanan kekuasaan dari atas oleh golongan yang berkuasa. Konsep teori ini adalah wewenang dan posisi. Keduanya merupakan fakta sosial. Dahrendorf berpendapat bahwa konsep-konsep seperti kepentingan nyata dan kepentingan laten,kelompok kepentingan dan kelompok semu,posisi dan wewenang merupakan unsur-unsur dasar untuk dapat menerangkan bentuk-bentuk dari konflik.
b.    Sebutkan ciri khas kebudayaan Indonesia!
Ø  Batik.
Ø  Perilaku sopan dan santun serta ramah tamah.
Ø  Korupsi.
Ø  Bergotongroyong.